Bagaimana Mengurus Perceraian Sendiri Tanpa Pengacara

Posted on

Mengurus perceraian sendiri tanpa pengacara merupakan opsi yang paling tepat bagi sobat yang memiliki keterbatasan biaya saat ingin membereskan masalah perceraian di pengadilan. Namun demikian, sobat juga wajib memperhatikan masalah atau konsekuensi lain jika memang memutuskan ingin mengurus cerai sendiri. Salah satu yang paling krusial adalah kehadiran sobat untuk daftar dan sidang di Pengadilan. Jangan sampai sobat bolos sidang terus terusan dan malah berakibat fatal dengan digugurkannya perkara perceraian sobat. Jika perkaranya digugurkan tentu sobat harus mendaftar ulang dan itu sangat merugikan, rugi uang, rugi waktu dan rugi tenaga.

mengurus perceraian sendiri tanpa pengacara

Jika sobat sudah yakin ingin mengajukan perceraian sendiri, berikut langkah-langkah yang harus sobat tempuh :

Syarat Pengajuan Perceraian Yang Harus Disiapkan

Sebelum sobat ke pengadilan, hal paling pertama yang harus dipersiapkan adalah dokumen persyaratan. Jangan sampai kejadian saat daftar perceraian di Pengadilan, malah dokumennya belum siap. Kalau seperti itu tentu justru akan tidak efektif, membuang-buang waktu dan tenaga, apalagi jika ternyata jarak dari rumah ke Pengadilannya juga cukup jauh.

Nah, untuk menghindari hal tersebut diatas, sobat wajib mempersiapkan Dokumen Syarat Pengajuan Perceraian berikut :

  • Kartu Identitas (KTP atau surat domisili)
  • Buku Nikah / Surat Nikah atau Duplikatnya
  • Akte Kelahiran Anak (Jika punya anak dan sekalian mau mengurus masalah anak misalnya hak asuh anak, nafkah anak dll)
  • Surat Keterangan Tidak Mampu dari desa atau kelurahan, khusus untuk orang yang tidak mampu
  • Surat Izin Perceraian dari atasan untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS)
  • Surat Gugatan atau Permohonan Cerai
  • Dokumen Tambahan seperti kartu keluarga

Khusus untuk surat gugatan atau surat permohonan cerai, sobat bisa membuatnya sendiri di rumah jika sobat bisa atau sobat bisa meminta dibuatkan di Pengadilan nanti. Jika sobat memutuskan untuk meminta dibuatkan di Pengadilan, sebaiknya sobat datang ke pengadilan lebih awal karena ada kemungkinan akan banyak orang yang mengantri untuk minta dibuatkan surat gugatan atau permohonan tersebut. Surat gugatan atau permohonan biasanya dibuatkan di bagian Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Pengadilan yang bersangkutan dengan biaya yang bermacam-macam, bahkan di sebagian besar Pengadilan biasanya digratiskan.

Baca : Contoh Surat Permohonan Cerai Talak

Jika semua persyaratan sudah siap, sobat tinggal membawanya saja ke Pengadilan. Namun demikian sobat tidak bisa mendaftar perceraian di sembarangan pengadilan. Hal ini dikarenakan setiap pengadilan mempunyai kewenangan masing-masing. Jika saja kita bisa daftar sembarangan tentu nantinya dikhawatirkan akan terjadi permasalahan ketidakpastian hukum karena bisa saling tumpang tindih antara putusan disatu pengadilan dengan putusan di pengadilan yang lainnya.

Cara Mengurus Perceraian Sendiri di Pengadilan Agama

Khusus bagi sobat yang beragama Islam, sobat wajib mengurus masalah perceraian di Pengadilan Agama. Jangan sampai sobat salah dan malah mendatangi Pengadilan Negeri, Pengadilan Tata Usaha atau Pengadilan lainnya. Di Pengadilan agama sendiri perkara perceraian ini dikategorikan kedalam cerai gugat dan cerai talak. Gampangnya cerai gugat itu perceraian yang diajukan oleh pihak istri sedangkan cerai talak itu perceraian yang diajukan oleh pihak suami.

Bagi istri yang ingin menggugat suami, perhatikan hal-hal berikut ini :

  • Gugatan perceraian diajukan oleh istri atau kuasanya kepada Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman penggugat, kecuali apabila penggugat dengan sengaja meninggalkan tempat kediaman bersama tanpa izin tergugat.
  • Dalam hal penggugat bertempat kediaman di luar negeri, gugatan perceraian diajukan kepada Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman tergugat.
  • Dalam hal penggugat dan tergugat bertempat kediaman di luar negeri, maka gugatan diajukan kepada Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat perkawinan mereka dilangsungkan atau kepada Pengadilan Agama Jakarta Pusat.

Ketentuan diatas berdasarkan Undang-undang No 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama Pasal 73 ayat (1), (2) dan (3).

Sedangkan bagi suami yang ingin mentalak istrinya :

  • Permohonan talak diajukan kepada Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman termohon (istri), kecuali apabila termohon dengan sengaja meninggalkan tempat kediaman yang ditentukan bersama tanpa izin pemohon.
  • Dalam hal termohon bertempat kediaman di luar negeri, permohonan diajukan kepada Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman pemohon.
  • Dalam hal pemohon dan termohon bertempat kediaman di luar negeri, maka permohonan diajukan kepada Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat perkawinan mereka dilangsungkan atau kepada Pengadilan Agama Jakarta Pusat.

Ketentuan diatas dapat dilihat dalam Undang-undang No 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama Pasal 66 ayat (1), (2), (3) dan (4).

Cara Mengurus Perceraian Sendiri di Pengadilan Negeri

Bagi sobat yang non muslim baik yang beragama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Konghucu atau Penganut Kepercayaan, sobat harus mengajukan perceraiannya ke Pengadilan Negeri. Jangan sampai salah mengajukan dan malah datang ke Pengadilan Agama ya sobat. Oh ya jika di pengadilan agama percerain dibagi kedalam gugatan cerai (cerai gugat) dan permohonan cerai (cerai talak), di Pengadilan negeri tidak seperti itu. Semua perceraian, baik yang diajukan oleh pihak suami ataupun pihak istri masuk ke dalam gugatan perceraian, tidak ada permohonan perceraian.

Adapun aturan pengajuannya sendiri cukup simpel, gugatan perceraian harus diajukan di Pengadilan Negeri sesuai dengan domisilinya tergugat. Jadi, jika suami yang mengajukan berarti diajukan di Pengadilan Negeri domisili istri, begitupun sebaliknya.

Nah, bagi suami atau istri yang non muslim dan berniat ingin mengajukan perceraian, perhatikan aturannya berikut berdasarkan Pasal 20 PP No 9 Tahun 1975 :

  • Gugatan perceraian diajukan oleh suami atau isteri atau kuasanya kepada Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat kediaman tergugat.
  • Dalam hal tempat kediaman tergugat tidak jelas atau tidak diketahui atau tidak mempunyai tempat kediaman yang tetap, gugatan perceraian diajukan kepada Pengadilan ditempat kediaman penggugat.
  • Dalam hal tergugat bertempat kediaman di luar negeri, gugatan perceraian diajukan kepada Pengadilan ditempat kediaman penggugat. Ketua Pengadilan menyampaikan permohonan tersebut kepada tergugat melalui Perwakilan Republik Indonesia setempat.

Sekarang sobat sudah tau kan kemana sobat harus mengurus perceraian. Sobat tinggal datang saja langsung ke pengadilan di hari dan jam kerja dengan membawa persyaratan yang sudah saya sampaikan diatas. Setelah itu sobat tinggal daftar dan membayar biaya perkara (Panjar biaya perkara). Setelahnya sobat tinggal pulang dan menunggu surat panggilan sidang datang. Biasanya dalam waktu 1-3 minggu pasca daftar, panggilan sidang sudah sobat terima. Langkah berikutnya tinggal mengikuti persidangan saja dari awal sampai selesai. Untuk waktu lamanya persidangan biasanya berkisar 1-6 bulanan tergantung kasusnya dan untuk agenda persidangannya, sobat bisa baca di artikel Tahapan Proses Sidang Percerain

.

Gravatar Image
Blogger pemula, Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Advokat pengacara yang fokus menangani masalah perceraian dan hukum perdata islam lain di Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Sumedang, Garut, Bekasi dan kota/kabupaten lainnya di Jawa Barat.

14 thoughts on “Bagaimana Mengurus Perceraian Sendiri Tanpa Pengacara

  1. Saya mau tanya kang! Saya istri yg menggugat suami cerai tapi wktu nikah saya dikediaman orngtua saya dikarang tengah, tanggerang dan semenjak nikah smpai skrng saya pindah didaerah asal suami dipangkal pinang, apakah saya bisa mengajukan permohonan cerai ditanggerang tempat asal saya nikah tapi ktp saya pangkal pinang? Terimakasih sblum nya atas bantuanya kan

    1. Kalau ibu sudah pindah ke rumah kediaman orang tua tentu bisa, ibu buat saja surat keterangan domisili dari karangtengah, kalau sudah ada surat domisili tinggal daftar saja ke pengadilan yang disana.

  2. Saya mau taxa pak..saya baru saja nikah 1 minggu swami sy sudah mlkukan kekerasan..sy mau mengajukan perceraian tapi buku nikah swami sy dibawa sendiri dan buku nikah saya ada pada sy..apakah sy bisa ngurus uaxa dg 1 buku nikah istri saja..trima kasih

  3. Kang saya mau tanya kalo tata cara mengurus sendiri suray cerai tp pernikahan non muslim bagaiaman. Apakah biayanya mahal? Tq sebelumnya

    1. Untuk non muslim biasanya biayanya lebih mahal. Biasanya ada perbedaan biaya yang cukup signifikan antara pengadilan agama yang menangani perceraian muslim dan pengadilan negeri yang menangani perceraian non muslim

  4. Ass, selamat pagi, kang asep saya susan dari jakarta, kang ktp saya jakarta trs surat nikah saya bogor, klo mau gugat ke PA mana?Trims

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *