Contoh Surat Gugatan Cerai Taklik Talak

Posted on

Contoh Surat Gugatan Cerai Taklik Talak – Gugatan cerai atau biasa dikenal dengan nama cerai gugat adalah sebuah upaya hukum yang dilakukan oleh pihak istri untuk meminta cerai dari pihak suami. Upaya tersebut disebut sebagai gugatan karena pada dasarnya dalam hukum Islam, hanya pihak suamilah yang dapat menjatuhkan cerai terhadap istri.

Taklik Talak atau biasa disebut dengan istilah Sighat Taklik adalah sebuah janji tertulis yang ditandatangani dan dibacakan oleh suami setelah selesai prosesi akad nikah di depan penghulu, isteri, orang tua / wali, saksi-saksi dan para hadirin yang menghadiri akad perkawinan tersebut. Sighat Taklik talak ini diucapkan oleh pihak suami sebagai salah satu bentuk perlindungan kepada istri apabila dimasa yang akan datang, suami berlaku lalai terhadap kewajibannya dan mengacuhkan hak-hak istri dalam jangka waktu yang ditentukan.

membuat surat gugatan cerai, cara menulissurat gugatan cerai, surat cerai taklik talak, mengajukan surat cerai

Pengucapan Sighat Taklik memang tidak diwajibkan, namun biasanya sighat taklik tersebut diucapkan oleh pihak mempelai pria atas inisiatif sendiri atau merupakan hasil runding dengan mempelai wanita.

Adapun bunyi (isi) sighat taklik adalah sebagai berikut :

1) Meninggalkan istri saya 2 (dua) tahun berturut-turut;
2) Tidak memberi nafkah wajib kepadanya 3 (tiga) bulan lamanya;
3) Menyakiti badan/jasmani istri saya; atau
4) Membiarkan (tidak memperdulikan) istri saya 6 (enam) bulan lamanya;

Dan karena perbuatan saya tersebut istri saya tidak ridho dan mengajukan gugatan kepada Pengadilan Agama, Maka apabila gugatannya diterima oleh oleh Pengadilan Agama tersebut, kemudian istri saya membayar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) sebagai iwadh (pengganti) kepada saya, maka jatuhlah talak saya satu kepadanya;

Dengan diucapkan dan ditandatanganinya sighat taklik tersebut oleh pihak suami (mempelai pria), maka apabila dikemudian hari pihak suami melanggar janji sucinya tersebut, pihak istri bisa mengajukan gugatan cerai kepada pihak suami ke pengadilan agama dengan alasan minimal adanya satu janji yang telah dilanggar. Pengajuan gugatan cerai dari pihak istri seperti ini biasa dikenal dengan nama cerai taklik talak (TT).

Untuk mengajukan gugatan cerai ke pengadilan, terlebih dahulu, pihak istri harus membuat surat gugatan cerai taklik talak yang ditulis (diketik) sendiri atau dengan bantuan lembaga hukum. Beberapa pengadilan biasanya menyediakan pos bantuan hukum (POSBAKUM) untuk mempermudah penggugat (istri) dalam membuat surat gugatan.

Surat gugatan cerai tersebut harus memenuhi unsur-unsur seperti :

  1. Identitas para pihak (Penggugat dan Tergugat)
    1. Identitas penggugat adalah identitas istri yang menggugat cerai suami yang terdiri dari nama lengkap (sertakan alias jika nama pada KTP dan Buku Nikah berbeda), umur, pendidikan terakhir, agama, pekerjaan dan tempat tinggal.
    2. Identitas tergugat adalah identitas suami yang digugat carai yang terdiri dari nama lengkap (sertakan alias jika nama di KTP dan buku nikah berbeda), umur, pendidikan terakhir, agama, pekerjaan dan tempat tinggal. Apabila tempat tinggal suami tidak diketahui, silahkan diisi dengan alamat dahulu dengan ditambah keterangan bahwa alamat tersebut merupakan alamat dahulu. Sekarang tidak diketahui tempat tinggalnya di wilayah Republik Indonesia.

    Alamat para pihak harus ditulis jelas dan lengkap berikut nomor rumah (jika ada) RT dan RWnya, karena alamat tersebut akan digunakan oleh pihak pengadilan untuk memanggil para pihak untuk menghadiri persidangan.

  2. Dalil-dalil atau dalam bahasa hukum dikenal dengan nama posita. Penulisan dalil-dalil atau posita harus ditulis secara kronologis dan logis menurut hukum. Kronologis artinya berurutan dari awal seseorang mempunyai hak dan kewajiban hukum. Misalnya dari mulai pernikahan, pasca pernikahan sampai pengajuan gugatan cerai. Sedangkan Logis artinya dapat diterima oleh akal sehat.
  3. Petitum atau inti yang diminta dari surat gugatan. Petitum harus sesuai dengan posita.
  4. Surat gugatan wajib ditandatangani oleh penggugat tanpa ditempel materai.

Berikut adalah contoh surat gugatan cerai Taklik Talak di Pengadilan Agama Ciamis :

Gravatar Image
Blogger pemula, Lulusan Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Advokat pengacara yang fokus menangani masalah perceraian dan hukum perdata islam lain di Bandung, Tasikmalaya, Ciamis, Sumedang, Garut, Bekasi dan kota/kabupaten lainnya di Jawa Barat.

16 thoughts on “Contoh Surat Gugatan Cerai Taklik Talak

  1. malam pak, saya ingin bertanya bila saya menikah di jawa barat terus apakah pengajuan cerai di pengadilan agama nya harus di jawa barat ataukah bisa saya mengajukan di jawa timur sesuai dengan tempat tinggal saya mohon bantuan nya terima kasih

  2. Malam pak saya mau tanya,suami saya sdh menceraikan saya hanya dengan surat d atas materai menjatuhkan talaknya pd saya,jika saya ingin mengajukan surat cerai k pengadilan agama apakah akan sidang juga ?kira” brpa lama y pak?tolong d bantu jawabannya pak terimakasih

  3. Mlm pak, sy seorg wnita usia 35thn dan mmpnyai seorg ank usia 11thn. Ap bs sy mnggt cerai suami sy krn srg brtgkr dan slsih pndpt trus mnerus shgga kdg prtngkrn kmi srg trdgr oleh ank sy? Dr awal nikah smp skrg sdh mnikh 13thn, sllu brselisih phm.

  4. Malam pak, suami sy sudah berbicara sm org tua saya klu dia sudah tidak bs lg melanjutkan pernikahannya dgn saya, apa kah dengan begitu sudah dibilang jatuh talak pak?

  5. Pak bagaimana caranya saya supaya dapat surat cerai
    Soal nya kami sudah berpisah slama 15thn dan suami saya itu sudah menikah lagi secara hukum,dan saya hanya bisa menikah di bawah tangan

  6. jika saya menggugat cerai suami saya yg sebagai anggota TNI (yang sekarang ini sedang tersandung masalah narkoba dan surat pemecatan tak kunjung turun).apa yg harus saya lakukan terlebih dahulu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *